Traveling ala Issye – Feeling of Excitement

issye kamal

Boleh perkenalkan diri kamu dan kesibukan kamu belakangan ini apa?

Halo. Nama saya Issye Margaretha Kamal, panggil saja Issye. Saat ini saya sedang menjalani studi di tingkat magister di salah satu universitas negri di Barcelona. Kesibukan saya saat ini masih berhubungan dengan kegiatan perkuliahan, selain itu, saya juga sedang sibuk berpartisipasi dalam kegiatan riset dan pembuatan buku kerjasama bilateral Indonesia dengan negara tempat saya tinggal dulu. Diluar kegiatan kampus dan akademis, waktu luang yang saya miliki, biasanya saya gunakan untuk riset mengenai tempat-tempat menarik yang dapat saya kunjungi selagi liburan. Mengingat sudah hampir 4 tahun sejak pertama kali saya menginjakkan kaki di Europa dan belum semua negara di benua ini saya jelajahi, setiap kesempatan yang ada saya gunakan sebaik mungkin untuk mencari tahu mengenai negara-negara yang belum pernah dan menarik untuk dikunjungi.

issye kamal
Kota Tua Dubrovnik, King’s Landing Game of Thrones

Kapan waktu traveling yang paling tepat menurut Issye?

Berhubung jadwal keseharian yang saya miliki masih bergantung dengan jadwal kuliah, biasanya saya selalu menyempatkan diri untuk traveling di akhir pekan, mengingat waktu liburan panjang tidak jarang saya dedikasikan untuk magang atau kerja sampingan. Selain itu, tiket transportasi (terutama pesawat) pada musim liburan biasanya cenderung lebih mahal. Maka dari itu jika memungkinkan, saya memilih untuk pergi di akhir pekan. Namun jika ditanya kapan waktu traveling yang paling tepat, sebelum berpergian ada 1 hal yang paling penting yang menjadi konsiderasi utama saya pribadi, yaitu Cuaca: mengingat setiap negara memiliki keindahannya masing-masing, saya selalu menjadikan cuaca sebagai pertimbangan utama. Misalnya, jika saya ingin mengunjungi kota atau negara yang terkenal dengan pantainya, saya akan mengunjungi negara tersebut disaat cuaca mulai panas namun tidak terlalu terik. Karna musim panas dalam konteks Eropa contohnya, bisa mencapai 40 derajat, jadi saya memilih untuk berpergian ke daerah pantai sebelum puncak musim panas. Disamping itu, cuaca juga sangat berpengaruh terhadap atraksi dan daya tarik suatu negara. Misalnya negara-negara di utara Eropa yang menyimpan daya tarik tersendiri untuk dikunjungi disaat musim dingin, mengingat pada musim dingin lah kita bisa memiliki kesempatan untuk melihat aurora. Contoh-contoh lainnya adalah bulan April untuk melihat keelokan tulip di Belanda, atau musim semi untuk menikmati lavender di selatan Prancis. Pada intinya, cuaca menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan waktu yang tepat untuk berlibur. Tapi secara general, saya menikmati berpergian dimusim semi atau musim gugur, karna cuacanya yang bersahabat.

issye kamal
Summer di Dubrovnik, Croatia

Apa motivasi Issye untuk traveling?

Sejak saya masih kecil, berkeliling dunia merupakan salah satu impian terbesar saya. Saya selalu yakin bahwa traveling bukan hanya sekedar jalan-jalan untuk menghibur diri dari penatnya rutinitas, namun traveling adalah kesempatan kita untuk belajar dan membuka mata terhadap dunia. Saya selalu ingin berinteraksi dengan orang lokal dan mempraktekkan bahasa dan kultur setempat setiap kali berlibur ke negara baru. Semakin banyak saya traveling, semakin saya merasa haus untuk melihat dunia. Karna dari traveling itulah saya menyadari bahwa banyak hal yang tidak dapat kita pelajari hanya dengan menonton Televisi, browsing via internet, atau membaca buku. Pengalaman menjelajahi satu tempat ke tempat lainnya dan berkesempatan untuk berinteraksi dengan penduduk lokal itulah yang pada akhirnya menjadikan kita semakin kaya oleh pengetahuan. Itulah motivasi terbesar saya untuk traveling.

issye kamal
Summer di Dubrovnik, Croatia

Sudah berapa kota di dunia yang telah Issye kunjungi?

Sekitar 40 kota, diantaranya di benua Asia Tenggara dan Eropa.

issye kamal
Outdoor Thermal Bath Budapest

Kota terfavorit Issye sampai saat ini? Alasannya apa?

Budapest! Alasannya karena di kota ini, pemandangannya begitu lengkap. Lokasi nya yang terletak di jantung Eropa juga menjadi daya tarik tersendiri bagi kota ini. Dalam satu kota, kita dapat melihat bukti-bukti yang mengitari sepanjang sungai yang terletak di tengah kota, ditemani lampu-lampu cantik yang mewarnai indahnya Budapest di malam hari, dan kombinasi keduanya menjadikan pemandangan kota ini begitu cantik pada malam hari, namun juga begitu menawan di siang cari dengan bangunan-bangunan tua bersejarah dengan gaya arsitektur Art Nouveau yang klasik. Selain itu, mengunjungi Budapest merupakan hal yang tidak membosankan karna banyaknya bangunan-bangunan maupun tempat-tempat turistik yang dapat dikunjungi. Masa kejayaan Austrohungary pada tahun 1860an meninggalkan banyak sejarah di kota ini, terutama di bangunan-bangunan seperti Hungarian Parliament, Buda Castle, Fisherman’s Bastion, Gresham Palace, Szechdenyi Chain Bridge, Matthias Church, Vasar Csarnok, Jewish Synagogue dan masih banyak lainnya. Budapest juga menyimpan keunikannya sendiri, yaitu kota dengan water cave system terbesar di dunia dengan beberapa thermal bath indah yang sudah dibangun sejak tahun 1918.

Selain tempat-tempat turistik yang bersejarah, kota ini juga menyimpan kekayaan kuliner yang dapat diexplore. Bagi yang suka kuliner, makanan khas Hungaria juga tergolong tasty dan cocok untuk lidah orang Indonesia. Selain resto yang menjual makanan khas, banyak sekali restoran maupun rumah makan dari berbagai negara yang tergolong terjangkau. Belum lagi kafe-kafe cantik dengan interior yang menawan.

Keindahan kota ini juga ditunjang dengan affordability dan keamanannya. Tidak seperti kebanyakan kota-kota besar lainnya, Budapest masih tergolong aman dari kriminal. Jadi selama jalan-jalan, kita tidak perlu takut atau insecure dengan barang-barang bawaan.

Intinya, hampir seluruh yang kita cari, ada di kota ini. Itulah mengapa saya menjadikan Budapest sebagai kota favorit sampai saat ini.

issye kamal
Indoor Thermal Bath Budapest

Tempat apa yang wajib dan selalu Issye kunjungi saat traveling ke sebuah kota? 

Monumen paling terkenal tentunya. Saya selalu mengabadikan foto-foto di monumen yang paling terkenal di kota tersebut, yang biasanya bahkan menjadi icon utama negara yang saya kunjungi. Selain itu, saya juga pasti menyempatkan diri sebelumnya untuk browsing tempat kuliner yang harus dikunjungi. Saya tidak pernah lupa untuk mencari makanan khas negara tersebut. Karna menurut saya, makan makanan khas suatu negara di negara tersebut mampu menciptakan cita rasa yang berbeda. Selain rasa yang otentik, pengalaman yang didapat ketika mampu mencicipi makanan khas selagi traveling itu menciptakan atmosfer dan kepuasan tersendiri bagi saya.

issye kamal
Budapest from top

Moment apa yang paling berkesan buat Issye ketika traveling?

Untuk saya, momen paling berkesan saat traveling adalah perasaan excited yang saya miliki dan perjuangan yang harus saya tempuh sebelum tiba di kota/negara tujuan. Bagi saya, traveling menuju tempat yang belum pernah dikunjungi itu bagaikan hadiah dalam sebuah kotak. Kita mungkin suka atau tidak isi kotak tersebut, tapi satu yang pasti, rasa yang kita miliki sebelum menginjakkan kaki di tempat yang baru itulah yang membuat sebuah perjalanan begitu berharga. Karena di momen tersebut, seluruh rasa penasaran, bahagia dan excitement bergabung menjadi satu. Contohnya saat saya harus melalui perjalanan berjam-jam untuk tiba di Mostar, sebuah kota cantik di daerah Balkan yang terletak di Bosnia dan Hercegovina. Perjalanan tersebut begitu menantang namun berkesan bagi saya. Berada di bus yang membawa kita menyusuri jurang dengan jalan terjal yang berkelok-kelok dan berbukit selama kurang lebih 9 jam tersebut memang melelahkan. Karena tidak seperti pada umumnya, perjalanan darat dengan bus besar kali itu tidak memperbolehkan saya untuk tidur semalaman karna rasa pusing dan deg-degan yang begitu luar biasa. Bagaimana tidak? Jalanan yang kami lewati tersebut merupakan jalanan terjal yang sengaja dibuat di tengah jurang dan (normalnya) hanya mampu dilewati oleh satu mobil kecil. Namun semua itu sangat berkesan, karna meskipun melelahkan, perasaan yang saya miliki pada saat itu tetap tidak bisa mengalahkan rasa excitement untuk dapat melihat tempat yang belum pernah saya kunjungi. Pada intinya, seperti yang saya bilang sebelumnya, bahwa traveling itu bagaikan kado dalam sebuah kotak. We might like the gift or not, but at the end, one thing for sure is that we will always feel the excitement before opening the gift itself. Untungnya dalam cerita ini, semuanya berakhir lebih baik dari ekspektasi. Karena kota yang saya kunjungi tersebut (Mostar) ternyata begitu cantik dan menyimpan keunikan yang tidak pernah saya lihat di kota-kota yang pernah saya kunjungi sebelumnya.

issye kamal
Sunset di Budapest
issye kamal
City of Mostar (small alleys surrounded by local people who sell souvenirs, local food, etc)

Barang apa saja yang wajib Issye bawa saat traveling?

Kamera

Untuk mengabadikan momen, kamera itu penting banget dibawa saat liburan. Dengan kamera kita bisa menyimpan memori tentang tempat tersebut. Karna kita gak pernah tau kapan bisa kembali ke tempat yang sama, dengan orang yang sama, dan suasana yg sama. Atau bahkan tidak akan kembali ke tempat tersebut. Itu sebabnya kamera sangat penting untuk mengabadikan momen-momen berharga saat liburan.

Sepatu yang nyaman

Karna ‘traveling’ yang sesungguhnya itu berurusan dengan jalan yang relatif jauh, jangan sampai kita salah memilih sepatu yang akan dipakai saat liburan. Memang terkadang kita ingin terlihat keren di foto, tapi kenyamanan saat traveling itu no.1. Bayangkan kalau kita memaksakan diri memakai sepatu bagus namun tidak nyaman. Kita akan berakhir tidak menikmati liburan tersebut karna sakit kaki. Jadi, sepatu yang nyaman untuk traveling itu nomor 1.

Power bank dan travel charger

Power bank ini sangat dibutuhkan ketika sedang berlibur. Terutama karna ketika kita berlibur ke suatu tempat yang baru, biasanya kita akan butuh Google Maps untuk mencari jalan. Jangan sampai kita tersesat hanya karna kehabisan baterai handphone. Hal lainnya adalah travel charger. Berhubung terkadang setiap negara mempunyai jenis colokan yang nggak universal. Oleh karna itu, travel charger merupakan kelengkapan yang gak boleh dilupakan.

issye kamal
City of Mostar (small alleys surrounded by local people who sell souvenirs, local food, etc)

Tips traveling dari Issye?

Planning yang matang sebelum berangkat (Budgeting, Planning tempat yang akan dikunjungi, dan Listing barang yang harus dibawa saat berlibur)

Meskipun pada akhirnya tidak semua berjalan sesuai rencana, namun budgeting, planning, dan listing tempat-tempat yang ingin kita kunjungi sangatlah penting dalam persiapan sebelum perjalanan dimulai. Hal ini menghindari kita dari over budgeting, tersesat, atau sekedar menghindari kita dari kelupaan membawa barang-barang penting yang dibutuhkan saat traveling. Selain itu, kita juga dapat menyesuaikan aktivitas dan barang-barang yg dibutuhkan tersebut dengan ramalan cuaca atau musim di suatu negara. Dengan begitu, kita gak akan saltum (salah kostum) ataupun over baggage.

Namun kita harus selalu bersiap ketika pada akhirnya tidak semua yg kita ingin lakukan dapat terlaksana. Karena bisa saja kita dihadapkan dengan delay atau hal-hal tidak terduga lainnya. Dalam hal ini, kesabaran juga harus dipersiapkan mengingat tidak semua berjalan sesuai dengan rencana.

Bawa cash

Banyak orang berpikir bahwa membawa uang kontan tidaklah penting karna adanya ATM di tempat tujuan. Bagaimanapun juga, cash sangat diperlukan dalam situasi-situasi emergency. Meskipun begitu, bawalah uang secukupnya. Karna saat traveling, banyak hal tidak terduga bisa terjadi, termasuk kehilangan dompet. Jadi untuk menghindari ini, hindari membawa banyak cash dan simpanlah uang atau kartu-kartu di stash spots yang tidak mudah menjadi target copet.

issye kamal
Giant Snowball, winter di Bratislava, Slovakia

Eat local food

Rasa makanan yang kita rasa familiar karna biasa kita makan di negara asal kita, mungkin saja bukan rasa makanan lokal yg sebenarnya. Oleh karna itu, kuliner harus masuk dalam must-to-do list kita dalam agenda traveling. Ask locals for recommendation, eat street food, and do not be afraid of anything new.

Cobalah berinteraksi dengan orang lokal

Traveling will open your eyes to see the world in a wider perspective. Namun hal ini hanya dapat kita rasakan jika kita berusaha untuk berinteraksi dengan orang lokal dan belajar sedikit banyak mengenai kultur atau bahasa mereka di setiap perjalanan kita. Tidak ada yang lebih baik dari pengalaman. Oleh karena itu, memiliki kesempatan untuk punya teman lokal merupakan satu dari hal yang paling menyenangkan saat berlibur. Selain itu, kita juga dapat mengasah kemampuan berbahasa kita. Berinteraksi dengan orang lain membuat kita semakin open-minded dan semakin curious tentang keunikan suatu tempat. Smile, say hello, keep an open mind and do not be afraid to try!

Persiapkan fisik sebaik mungkin

Tidur yang cukup, makan sehat, gunakan sunscreen saat kapanpun, dan do excercises sebelum memulai perjalanan yang jauh. Hal ini dapat membantu kita untuk terus berstamina dalam melakukan perjalanan.

issye kamal
Stari Most old bridge, Mostar, Bosnia and Hercegovina (place where people jump from 24m bridge without safety equipment. Both professional divers and tourists do this)

Destinasi berikutnya ingin ke kota apa?

Reykjavík!

issye kamal
Stari Most old bridge, Mostar, Bosnia and Hercegovina (place where people jump from 24m bridge without safety equipment. Both professional divers and tourists do this)

Picture courtesy of Issye Margaretha Kamal

You may also enjoy:

2 Comments

    1. Hmm sebenernya kalo pake visa traveling juga bisa kok.. karena sebagian besar negara eropa pake visa schengen.. atau mungkin bisa lewat Au Pair atau nikah sama orang eropa.. hehehe :p

Post a Comment