Traveling ala Becca – Hitchhiking and Couchsurfing

Akhirnya saya menulis lagi kisah orang yang buat saya sangat inspiring. Setelah beberapa bulan kisah inspiratif ini sempat vakum gara-gara saya belum nemu orang yang cukup inspiring untuk saya tuliskan kisahnya di blog saya. Awalnya saya memaksakan harus ada setiap bulan tapi akhirnya saya pikir lebih baik spontan saja ketika saya memang menemukan orang yang inspiring menurut saya.

Kisah inspiratif kali ini datang dari teman baik saya semasa kuliah. Dia bernama Anastasia Rebecca Marpaung, yang biasa saya panggil dengan Becca. Dari semasa kuliah saya mengenal sosok Becca yang berani, nggak pernah takut mengambil risiko, punya tekad yang luar biasa dan bawaannya yang selalu happy. Orangnya super gaul, maksudnya gampang berteman. Temennya Becca banyak banget, bahkan bisa dibilang nggak ada kata “geng” dalam kamus Becca kali yah soalnya dia deket sama semua orang.

Saat ini Becca lagi tinggal di Vienna, Austria untuk menempuh studi S2 jurusan Communication of Science di University of Vienna. Perjuangan Becca bisa sampai sekolah di Eropa termasuk yang tidak mudah lho! Saya tahu kalo Becca bukan dari keluarga orang kaya makanya dia harus kerja part-time sebagai baby sitter untuk menutupi biaya kuliah dan hidupnya. Jadi bisa dibilang hidup Becca di Vienna cukup (pas-pasan) lah. Tapi yang bikin saya angkat topi nih, Becca bisa traveling ke beberapa negara di Eropa. Penasaran kan? Kok bisa sih padahal uang pas-pasan.. makanya saya tertarik dengan kisah perjalanan Becca. Langsung saja yah!

Becca bersama teman-teman kuliahnya

Waktu traveling yang tepat menurut Becca

Kalo menurut gue ditentukan oleh dua hal sih, yang pertama lagi ada duit atau nggak sama ada libur kuliah/kerja atau nggak. Soalnya kalau musim panas dan cuacanya bagus tapi nggak ada duit yah susah juga atau nggak ada libur kuliah/kerja. Kalo lagi winter kan sebenernya bisa bisa aja traveling tinggal pake jaket tebel aja. Terus kalau misalnya cuacanya lagi bagus pas kita kesana bisa aja lagi hujan kan. Jadi gue nggak terlalu terikat sama cuaca.

Kota di dunia yang sudah Becca kunjungi

61 kota di 22 negara, 7 negara di Asia sisanya di Eropa.

Kota terfavorit Becca sampai dengan saat ini

Dulu sebelum ke Bulgaria, kota terfavorit gue Tokyo soalnya waktu itu Tokyo adalah kota termodern pertama yang pernah gue kunjungi jadi terpesona banget sama teknologi yang ada di Tokyo. Tapi setelah ke Bulgaria, gue jadi ng-fans banget sama Nesebar karena Nesebar itu cantik banget kotanya, ada banyak bangunan kuno yang stylenya tuh beda banget sama Eropa Barat. Terus waktu di Nesebar juga gue dapet couchsurfing host yang super baik. Host gue tiap hari masak buat gue dan masakannya enak-enak banget dan masakannya khas Bulgaria. Terus gue dapet kamar yang super gede mungkin kalo di hostel harganya bisa 15 euro semalem. Pokoknya bagus banget deh! Treatmentnya ke gue ramah banget jadi itu juga yang bikin gue betah di Nessebar.

Becca bersama host di Nessebar
Dimasakin roti pita sama host di Nessebar

*yang belum tahu couchsurfing itu apa, klik disini

Tempat yang wajib dikunjungi ketika traveling

Yang pertama sih signature dari kota itu. Yang ada di dalam kartu pos deh pokoknya. Misalnya Schönbrunn di Vienna atau kayak Tokyo Skytree terus misalnya kalo di London mungkin Big Ben. Itu yang wajib sih, sisanya ya paling liat-liat signature nomor dua nya lah. Ke restoran lokal itu harus! wajib! sama cobain street food!

Moment yang paling berkesan selama pengalaman traveling

Hitchhiking! Hitchhiking itu super berkesan banget buat gue. Kemaren waktu di Rumania dan Bulgaria itu pengalaman hitchhiking pertama gue. Awalnya gue takut, soalnya orang-orang pada banyak yang bilang jangan. Temen-temen gue pada bilang, “jangan nanti lo dibunuh atau diperkosa”, tapi nyatanya gue ketemu banyak orang baik. Gue banyak ketemu dan ngobrol sama orang-orang yang karakternya luar biasa. Maksudnya dengan mereka berhenti terus ngangkut gue itu rasanya yaampun ternyata orang-orang di dunia itu masih banyak yang baik. Jadi.. gimana yah susah mengutarakan perasaan saat orang berhenti buat lo, orang asing. Yah, kalo ada yang punya maksud tersembunyi yaudah lah ya itu dosanya mereka. Paling gue ngomongin baik-baik dan akhirnya gue juga pisah baik-baik, nggak pernah diturunin sembarangan. Meskipun ada yang begitu, tapi orang-orang yang memang mau bener-bener bantuin gue itu yang bikin gue seneng banget pas hitchhiking. Salah satunya gue ketemu orang yang bantuin cari akomodasi di Cluj, Budapest. Dia juga ajak jalan-jalan bentar dan makan di Cluj. Terakhir sebelum pisah, dia doain gue. Kebetulan sama-sama kristen. Terus momen yang paling berkesan juga saat ketemu temen-temen baru. Misalnya dari Couchsurfing, free walking tour, itu yang paling berkesan sih.

The man who prayed for Becca

Barang yang wajib dibawa saat traveling

Yang pertama catokan, soalnya rambut gue kan keriting, jadi mesti catok tiap hari. Yang kedua, oleh-oleh mini buat orang-orang lokal yang ditemuin di jalanan misalnya host couchsurfing atau driver pas hitchhiking.Terus jas hujan, karena kalo hujan nggak enak banget kalo basah (bec, ini semua orang juga tahu. Hahaha. :D). Terus alat makeup, makeup itu penting karena biar cakep aja pas di foto. Terus, satu atau dua dress fancy buat foto juga atau buat keluar malem-malem ke bar ada baju gitu yang bisa dipake.

Tips Traveling dari Becca

Jangan terlalu ribet travel planningPlanning penting kayak misalnya mau ke kota apa, udah itu aja, kalo gue sih, mau ke kota apa terus tentuin misalnya mau naik bis atau naik kereta. Gue sih selalu nentuin mau kemananya pas udah sampe di kotanya. Denger-denger dari rekomendasi orang lokal aja harus kemana pas udah di kota itu.

Terus kalo yang belum pernah cobain couchsurfing dan hitchhiking, wajib! Karena kedua hal ini bisa ngubah cara pandang lo mengenai traveling. Kalo misalnya kita tinggal di hotel terus kita sightseeing ke objek-objek pariwisata yang ada di kota itu, ya bagus juga sih sebenernya, mungkin itu emang style buat beberapa orang. Tapi kalo emang orangnya adventurous harus coba sih couchsurfing. Karena di couchsurfing itu lo bisa hang out bareng orang-orang lokal, lo tau kebudayaan di kota itu, nambah temen. Saat lo berinteraksi sama orang nggak ada ruginya juga sih buat lo. Hitchhiking dan couchsurfing yang menyadarkan gue esensi dari traveling. Esensi traveling buat gue sekarang adalah gimana bisa bertemu dengan orang-orang, berinteraksi dengan orang-orang lokal dan bisa dapetin apa yang positif dari mereka. Jadi objek wisata yang bisa dilihat itu kan benda mati, monumen atau gedung itu bagus, orang-orang disana itu lah yang menurut gue lebih berharga daripada objek-objek wisata itu karena mereka yang punya jiwa dari negara itu, jiwa dari kota itu, jadi dengan berinteraksi dengan orang-orang itu kita juga jadi bisa ngerti dan lebih bisa merasakan feelingnya dari kota/negara itu.

Host Becca di Sofia
Ini waktu ketemu Othmann (sebelah Becca) di Sofia

Destinasi berikutnya

Gue mau ke Salzburg. Terus gue mau ke Poland juga lewat Ceko. Terus kalo misalnya lancar semuanya, summer gue mau ke Baltics, kayak negara Latvia, Lithuania, Estonia. Kalo bisa cuti dari kerja gue mau juga ke Spain, Portugal, dan negara-negara eropa barat dan selatan.

Quote Becca

Reisen ist das Entdecken, dass alle Unrecht haben mit dem, was sie über andere Länder denken.

Traveling is dicovering that all are wrong with what they think about other countries.

Aldous Huxley

***

Makasih yah bec, sudah mau berbagi kisah lo yang inspiratif ini di blog gue. 🙂

Bisa dibilang gaya traveling saya dengan Becca sangat beda. Kalau saya, yah bisa dilihat yah dari cerita-cerita saya di blog ini, lebih ke sightseeing dan terplanning. Tapi setelah denger cerita Becca, saya jadi termotivasi nih cobain traveling ala Becca. Meskipun belum terlalu berani kalo sendiri, soalnya out of my comfort zone. Saya tipe orang yang pemalu dan agak sulit berinteraksi dengan orang baru. Mungkin kalo sama Becca, keberanian dia bisa nular ke saya. Hahahaha.

Kisah-kisah Becca selama studinya di Vienna beserta pengalamannya dari kehidupan disana dan travelingnya bisa kamu lihat di blognya A Bloodyway to Paradise.

Zdravo from Belgrade! 🇷🇸 #Europetrip #Serbiatrip #Belgrade #Danuberiver

A post shared by Rebecca Marpaung (@beccamarpaung) on

Kalau kamu gimana? mau nggak cobain traveling ala Becca? atau malah punya pengalaman traveling seperti Becca? Comment di bawah ini yah 🙂

 

Thank you for reading!

XOXO. RVC

You may also enjoy:

2 Comments

Post a Comment