Surrender to God’s plan

 

Background image is taken from Eva Celia’s cover single “Againts Time”

 

Berawal dari Instagram feed-nya Eva Celia, lalu saya scrolling down dan ternyata saya ketinggalan banget berita kalau ternyata Eva udah keluarin single barunya lagi. Saya jadi ingat terakhir dia keluarin single kan tahun lalu. Dan saya ingat kalau saya selalu replay terus lagunya. Waktu itu saya beli lagunya di iTunes. Ketika tahu kalau Eva keluarin single lagi,saya langsung   beli lagi karena suka dengan genre musik yang dia buat.

After that saya buka websitenya Eva  Celia dimana disitu dia juga menceritakan arti dibalik lirik single terbarunya “Against Time“. Saya baca sampai selesai dan di bagian bawah Eva menulis kata-kata yang benar-benar menyentuh hati saya dan mengingatkan saya. Seperti yang saya kutip di atas. Suddenly, saya juga jadi teringat kotbah di hari minggu pas banget baru kemarennya. Ayat yang dikutip adalah ini,

TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia – Ulangan 28:13

Sama seperti cerita Eva Celia, sering kali saya juga ingin selalu menjadi perfect. Saya juga sering membandingkan diri saya dengan orang lain. Saya merasa tertekan ketika orang lain yang sebaya dengan saya sudah sukses dalam hidupnya dan dalam apa yang sedang dijalaninya. Sementara saya hanya punya banyak mimpi tapi tidak fokus sehingga waktu berlalu begitu saja tanpa mewujudkan mimpi yang awalnya ingin saya capai.

I thank God that I bump into her story. From her story she also remind me to grow not to be perfect. Karena ketika kita perfect munculah pujian akibatnya kita menjadi orang yang sombong. Itu sifat yang tidak diingankan Tuhan. Saya percaya kalau janji Tuhan selalu tepat dan tidak pernah berubah.

Seperti kotbah minggu itu, bahwa diibaratkan sama seperti ketika kita sedang ke puncak. Tujuan kita adalah puncak, tempat paling atas, tapi jaln menuju puncak berliku-liku bukan? Bahkan terkadang ada turunnya. Jadi menuju sebuah kesuksesan tidak mudah dan tidak selalu naik atau sukses adakalanya kita jatuh atau sedang turun. Itu lah cara Tuhan mengingatkan kita bahwa kita hanya manusia biasa namun percayalah ketika kita 1. Mendengarkan, 2. Melakukan, dan 3. Dengan setia, seperti ayat diatas maka Tuhan akan membawa kita ke puncak kesuksesan.

Indah pada waktu-Nya. Amin

 

XOXO,

You may also enjoy:

Post a Comment