Stockholm Hari #1 – jalan-jalan ke Gamla Stan

Setelah sekian lama aku nggak pernah mengupdate cerita tentang perjalananku bersama suami, Akhirnya…. bisa juga aku kembali semangat menulis. Terima kasih buat teman-teman yang sudah memberi semangat melalui polling di Instagram yang aku sempat share di IG story kemaren. Ada yang kasih respon rasanya udah kembali semangat. ๐Ÿ™‚

Perjalanan kami ke Stockholm sebenarnya sudah lama sekali. Di kala cuaca masih bersahabat dan udara juga masih hangat. Aku dan suami ke Stockhlom di bulan Mei lalu, bertepatan satu hari setelah anniversary kami yang ketiga. Perjalanan ke kota ini tidak terlalu direncanakan karena ketika lagi iseng cek jadwal pesawat, eh malah nemu harga yang bersahabat. Nggak terlalu pikir panjang langsung kami beli tiketnya.

Kami singgah di Stockholm hanya 2 hari semalam. Selanjutnya kami jalan-jalan ke negeri sebelah yaitu Denmark, ke kota Copenhagen. Ditunggu saja cerita jalan-jalan kami disana ya. Kami beruntung sekali karena ada mahasiswa Indonesia di Stockholm yang bersedia menyewakan tempatnya kepada kami dengan harga yang sangat bersahabat. Kebetulan di tanggal yang sama mereka juga sedang keluar kota jadi flatnya bisa kami pakai untuk bermalam.

Di hari pertama, kami langsung menuju bukit Monteliusvagen dan Skinnarviksberget untuk melihat kota Stockholm dari atas. Kami turun di stasiun Sodra lalu jalan kaki melewati taman yang ramai dikunjungi oleh orang lokal untuk piknik dan bersantai bersama keluarga. Ada yang jualan bunga juga di sana. Bunganya bagus-bagus rasanya pengen beli dan bawa pulang. Hehehe. Ditambah lagi udara saat itu sungguh nyaman.

Pertama kami naik ke bukit Monteliusvagen dengan melewati beberapa anak tangga. Lumayan capek sih tapi setelah sampai rasanya puas banget. Apalagi viewnya juga indah. Disana juga ada tempat duduk-duduknya buat santai sambil liat pemandangan kota Stockholm.

Selanjutnya kami naik lagi ke bukit yang lebih tinggi lagi, Skinnarviksberget. Tempat ini memang sudah dikenal oleh orang lokal sebagai bukit tertinggi dengan view kota Stockholm. Disini banyak anak muda yang piknik lho. Padahal kala itu anginnya cukup kencang. Tapi tetap saja mereka membawa taplak piknik, keranjang beserta isinya. Katanya paling indah ketika melihat sunset disini. Berhubung kami hanya turis, jadi kami nggak menunggu sampai sunset tiba, kalo iya nanti nggak bisa liat spot yang menarik lagi deh. Hihihi. Tapi kami sempat duduk sebentar menikmati angin dan view yang indah ini sambil makan roti supaya perut tidak kelaparan.

Turun dari bukit, kami langsung naik kereta lagi menuju Stockholm City Hall. Ini adalah salah satu bangunan yang terkenal di Stockholm dan ramai dengan turis. Untuk masuk ke dalam bangunan ini harus menggunakan tour dan ada biayanya. Tempat ini biasanya juga dipakai untuk acara pernikahan. Kalo mau lihat kota Stockholm dari atas (lagi) bisa juga naik ke atas towernya. Tapi ada biayanya sekitar 50 SEK. Tidak all season dibukanya hanya bulan Mei -September. Kalo kami nggak ke atas towernya karena sudah cukup puas liat kota Stockholm dari atas bukit. Oh iya, buat para penggemar Raisa dan Isyana, ini salah satu tempat mereka syuting video klip Anganku Anganmu lho!

Selanjutnya kami ingin menjajaki tempat yang menjadi cikal bakal kota Stockholm. Konon katanya kota Stockholm ditemukan berawal dari pulau kecil ini. Daerah ini dinamakan Gamla Stan yang ditemukan di tahun 1252. Ini adalah kota tua yang dijaga keunikan dan keantikannya dari jaman dulu. Memang terasa sekali ketika melewati gang-gang kecil ini terasa berada di jaman medieval dengan jalan yang berbatu-batu.

Di daerah Gamla Stan ini banyak sekali restoran dan toko-toko yang unik nan cantik. Beberapa aku liat menjual hiasan yang terbuat dari kayu bahkan aku merasakan suasana bulan desember ketika masuk ke tokonya. Mungkin karena imajinasi aku Stockholm adalah kota yang cocok dikunjungi saat winter namun tetap terasa hangat. Warna bangunannya juga sangat menarik. Teringat bangunan di kota Amsterdam atau Copenhagen, ya nggak sih? Tapi tetap saja tiap kota punya keunikannya tersendiri. Di tengah Gamla Stan juga ada museum Nobel lho, tapi kami nggak sempat masuk ke dalam museumnya.

Tidak jauh dari Gamla Stan, kami menuju ke taman yang dikenal dengan Kungstradgardsgatan. Namanya susah banget ya. Aku aja yang ngetik sampe berkali-kali liatnya biar nggak salah ketika. Hahaha. Nah, ini taman yang paling terkenal dikala spring. Soalnya bunga sakuranya indah banget disini. Sayangnya ketika kami kesini bunganya sudah berguguran dan sudah tumbuh daun-daunnya yang hijau. Meskipun begitu tempat ini selalu menarik kok buat dikunjungi. Psst! Di taman ini banyak yang pacaran tersembunyi. Hihihi. Buat yang bawa anak, hati-hati anaknya nanti nggepin orang yang lagi pacaran :p

Kami menikmati jalan-jalan di taman itu (kalo sebut namanya kepanjangan :p). Nggak terasa malah sudah nyebrang lagi balik ke pulau Gamla Stan. Tapi kali ini kami ingin menuju ke Riddarholmen untuk menikmati sunset disana. Ternyata memang indah banget. Dengan view ke arah Stockholm City Hall, matahari terbenam tepat di baliknya. Nggak salah kami mengakhiri perjalanan kami di hari pertama di Riddarholmen.

Karena kami menumpang di flat, makanya untuk makan siang dan malam kami masak saja di flat. Kebetulan dekat dengan tempat menginap kami ada supermarket murah jadi kami beli saja disitu. Next, aku akan ceritakan perjalanan di hari kedua kami.

Thanks for reading!

XOXO. RVC

You may also enjoy:

2 Comments

  1. Hi, cerita yang sangat menarik ya, suka sekali dengan keindahan foto fotonya apaalgi jalanan dan bangunan di Stockholm keren banget ya, haku ada rencana perjalanan ke Scandinavia sih mbak jika bersedia pengen nanya nanya nih ttg kota Stockholm dan Copenhagen, dua kota yang paling ingin aku kunjungi di daerah eropa utara

    1. Boleeh banget mas kalo mau tanya2.. Dengan senang hati aku share pengalaman kami disana.. Boleh lewat dm instagram mas

Post a Comment