Singgah di Brussel

grand place brussel

Walaupun masih belum puas dengan Paris tapi kami harus meninggalkan kota Paris dan singgah sebentar di Brussel. Kenapa saya bilang singgah? karena memang cuma semalam saja kami menginap di Brussel. Saya dan suami saya, Simson, memutuskan kota Brussel yang menjadi tempat terakhir menghabiskan weekend kami karena Brussel adalah kota di luar Perancis yang masih masuk kawasan Uni Eropa dan jaraknya masih dekat dari Paris.

Kalau boleh saya cerita awal mulanya kami memutuskan untuk berlibur ke Paris dan Brussel gara-gara kami sudah terlanjur beli tiket pesawat murah ke Rusia. Tanpa disadari suami saya kalau ternyata harus ganti penerbangan dan transit di negara schengen. Sebulan setelah sadar baru lah kami segera urus visa schengen daripada waktu transit bermasalah. Supaya dapat visa schengen yang multiple entries, kami memutuskan untuk liburan ke dua kota dan dua negara berbeda.

read more: Apply visa schengen di London

Meskipun tidak terlalu lama singgah di Brussel tapi menurut saya mengunjungi kota Brussel sehari saja sudah cukup kok, kecuali kamu punya budget lebih yah buat penginapannya. Selain itu kota Brussel itu tidak terlalu besar. Tempat yang touristy semuanya ada di pusat kota. Semuanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki saja. Kebetulan kami ada kenalan senior kami, kak Irfan, yang sekarang tinggal di Brussel sehingga selama disana kami selalu ditemani sama dia. Thanks kak Irfan, sudah jadi the best host selama di Brussel!

Berikut ini adalah tempat-tempat yang kami kunjungi selama di Brussel.

Mengunjungi Grand Place di siang dan malam hari

Ini memang menjadi tempat yang wajib dikunjungi oleh para turis. Semua bangunan di sekitarnya indah banget. Bahkan kami lihat ada yang sambil duduk-duduk santai, istilah bahasa Indonesianya “ngemper”. Saya sarankan untuk mengunjunginya di siang dan malam hari karena suasananya beda.

 

 

 

Mencoba kuliner lokal

Jarang-jarang nih saya sharing tentang kuliner lokal. Biasanya kami jarang coba karena either takut rasanya aneh dan nggak sesuai di lidah atau nggak masuk budget makanan kami. Tapi kali ini karena ditemenin sama kak Irfan yang suruh kami nyobain juga dan makanannya juga yang masih kami kenal makanya kami pun berani coba. Pertama, kami mencoba Belgian Frites atau french fries ala orang Belgia. Disini french friesnya besar-besar dan saosnya juga banyak pilihannya. Antriannya juga lumayan panjang.

Kedua, kami mencoba waffle. Kalau yang lain biasanya beli pakai topping buah-buahan atau coklat, sedangkan kami pilih topping speculoos. Tentunya atas suggestion dari kak Irfan. Karena selai speculoos ini jadi rasa yang khas untuk orang Belgia. Ketika coba rasanya sih, enak banget. Kalau buat saya mengingatkan pada biskuit oma-oma. Hehehe. Soalnya waktu kecil, seinget saya ada biskuit rasa speculoos ini di rumah oma saya. Rasa campuran rempah-rempahnya enak. Jadi pengen lagi deh saya. Hihihi.

Ketiga, kami dikasih oleh-oleh sama kak Irfan kue-kue dari Maison Dandoy. Kami coba setelah kami sampai rumah. Waduh, itu rasanya enaaak banget. Saya beneran nggak bisa berhenti makannya. Emang saya doyan banget sama kue lidah kucing dan memang kue-kue yang dijual sama Maison Dandoy ini kebanyakan kue lidah kucing dengan berbagai rasa.

 

Keempat, malam harinya kami diajak makan malam dan juga minum beer di Delirium Cafe. Nah, ini sih suggestion untuk yang boleh minum alkohol yah. Saya sendiri sih cuma nyicipin aja. Saya cobain beer rasa ceri dan apel. Enak juga ternyata. Suasana di barnya penuh banget. Ramai. Bahkan banyak juga yang berdiri. Tapi emang jadi khasnya orang eropa sih, walaupun nggak ada meja mereka tetap bisa minum bareng teman-temannya.

Keliling Brussel hingga senja

Karena kotanya kecil makanya semuanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki saja. Semua spot-spot yang touristy dari Grand Place hingga Manekken Pis. Kami berkeliling di daerah pusat kotanya saja nggak terasa sudah senja. Kami beruntung hari itu cuacanya lagi sangat bagus sehingga bisa melihat langit yang indah saat matahari terbenam.

 

Terakhir, kami juga mampir ke usaha barbershopnya kak Irfan, namanya Mastino Barbershop yang terletak di avenue louise. Googling aja pasti keluar deh namanya. Yang tinggal atau sedang berkunjung di Brussel, silahkan mampir yah..

mastino barbershop

 

Meskipun hanya sebentar tapi kota ini memberikan kesan tersendiri bagi kami. Calm and homey. Mungkin kalau menghabiskan hari tua, kota ini bisa jadi pilihan kali yah. Tapi kalau saya sih tetap ingin tinggal di Indonesia. Belum tahu di kota apa. Ingin tinggal di kota yang calm and homey juga seperti suasana kota Brussel. Yang pasti Jakarta, Surabaya dan Medan bukan kota pilihan saya.

Kalau kamu lebih ingin menghabiskan hari tua di kota apa? kasih alasannya juga yah.

XOXO. RVC

 

 

 

 

You may also enjoy:

6 Comments

    1. Hai mas omnduut (kok aneh yah ada mas dan om hahaha)!
      Iya mas cakep-cakep arsitekturnya.. saya sekarang malah mupeng jelajah nusantara..

Post a Comment