Satu Hari di Edinburgh dan Glasgow

liburan keluarga

Seperti yang telah saya sempat sampaikan di  post sebelumnya kalau saya sangat menikmati liburan natal dan tahun baru saya bersama suami dan adik-adik saya. Kami tidak hanya menghabiskan liburan kami di London tapi kami juga melakukan perjalanan ke kota Edinburgh (baca: edinbra) dan Glasgow.

Perjalanan ini sudah kami rencanakan sejak bulan Oktober sehingga kami pun bisa mendapatkan tiket yang cukup murah. Dari London menuju ke Edinburgh, kami menggunakan bus dengan harga sebesar £4/org. Murah kan? Hehehe. Pulangnya juga dengan harga yang sama. Perjalanan kami dari Edinburgh menuju ke Glasgow juga menggunakan bus dengan biaya hanya sebesar £2,5/org. Seperti yang sudah diketahui banyak orang, kalau tiket murah itu bisa didapat kok asalkan sudah direncanakan dari jauh-jauh hari.

Arthur's Seat

Perjalanan kami dari London menuju Edinburgh memakan waktu sekitar 8 jam. Kami sengaja mengambil perjalanan malam agar kami bisa tidur di bis dan paginya bisa langsung meng-eksplorasi kota Edinburgh. Pagi itu kami sampai di kota Edinburgh sekitar pukul 7 pagi. Suasananya masih terasa sepi. Langit masih terlihat gelap. Angin terasa cukup kencang pagi itu sehingga terasa dingin sekali. Hal pertama yang kami lakukan adalah membeli tiket one day pass seharga £4/org. Setelah itu, destinasi pertama kami adalah melihat sunrise dari atas bukit yang dinamakan Arthur’s Seat.

Awalnya saya sangat semangat untuk mengejar sunrise tapi ternyata perjalanan yang ditempuh tidak semudah yang saya kira. Bahkan saya sama sekali tidak mengira akan ada bukit yang harus didaki. Ketika Google Map mengatakan bahwa jarak tempuh untuk mencapai tempat tersebut ada 30 menit, maka saya pikir bisa lah saya sampai sebelum sunrise. Ternyata oh ternyata, sepertinya Google Map tidak menghitung kalau jalan yang direkomendasikan benar-benar cukup curam. Saya harus menaiki banyak sekali anak tangga. Ketika mendaki, nafas saya terengah-engah. Ini efek jarang olahraga sepertinya. Akhirnya perjalanan yang saya tempuh pun melebihi yang diprediksi oleh Google.

Ketika sampai diatas, rasanya sangat sepadan dengan perjuangan saya mendaki bukit. Puas banget ketika bisa melihat kota Edinburgh dari atas bukit. Mungkin ini rasanya ketika orang naik gunung kali yah. Saat itu saya bisa merasakan angin yang sangat kencang sehingga rasa dingin pun juga mulai terasa hingga kulit meskipun sudah memakai baju yang cukup tebal.

Setelah puas memandangi kota Ediburgh dari atas bukit, saya turun melalui jalur yang berbeda. Kali ini jalurnya lebih landai dibandingkan ketika naik. Mungkin seharusnya kami lewat jalur ini. Destinasi kami selanjutnya adalah Edinburgh Castle.

Lokasi Edinburgh Castle ini tidak jauh dari pusat kota. Sehingga dari bis yang kami naiki kami turun di pusat kota dan berjalan sedikit. Menurut saya, setiap sudut kota Edinburgh sungguh cantik. Bangunan-bangunannya terasa antik. Saya merasa seperti di kota tua yang sangat homey. Kami beruntung di kala itu hari sangat cerah dan terasa hangat. Kami hanya mengambil foto di depan kastilnya saja. Karena biaya masuknya cukup mahal bagi kami yaitu sebesar £16/org. Mungkin ada diantara para pembaca yang pernah kesana? Silahkan share dengan meninggalkan comment di bawah ini yah.

Edinburgh

Setelah foto-foto di Edinburgh Castle, kami mencari souvenir. Perjalanan kali ini bisa dibilang cukup santai karena kami lebih banyak menikmati keindahan setiap sudut kota Edinburgh dan juga karena ini liburan keluarga jadi kami lebih menikmati kebersamaan kami. Kami hanya strolling around the city centre. Menikmati makan siang di Nando’s dan masuk ke beberapa toko karena lagi banyak yang diskon. Hehehe. Dari pusat kota, kami juga bisa melihat Edinburgh Castle yang dibangun diatas bukit batuan yang terlihat sangat kokoh. Indah sekali. Mengingatkan saya pada Hogwarts (hahaha. lagi lagi ada kaitannya sama Harry Potter).

Sebelum gelap, kami ke hotel untuk istirahat sebentar. Hotel kami agak jauh dari pusat kota tepatnya lebih dekat ke arah airport. Maka perjalanan kami pun harus ditempuh dengan menggunakan tram.

edinburgh castle

tram edinburgh

Malam hari setelah kami beristirahat di hotel. Kami kembali lagi ke pusat kota. Ternyata sudah cukup sepi. Padahal saaat itu masih sekitar pukul 19.30. Toko-toko juga seakan-akan sudah mau tutup. Meskipun begitu kerlap-kerlip lampu yang masih menyala dalam rangka natal membuat kota ini tidak terasa begitu sepi.

Kami tidak terlalu lama menghabiskan waktu kami. Kami hanya mencari tempat makan, lalu pulang. Sempat jalan-jalan di Edinburgh’s Christmas Market tapi memang rasanya tidak seperti ketika di London. Saat itu bagi saya cukup sepi.

Keesokan paginya kami sempat jalan-jalan sebentar di Royal MileTapi karena bis kami menuju ke Glasgow pukul 12.00 maka tidak begitu lama waktu yang bisa kami habiskan untuk jalan-jalan. Memang satu hari tidak cukup untuk menikmati kota Edinburgh. Ada tempat-tempat tertentu yang akhirnya saya tidak sempat untuk kesana.

Saran saya jika ingin ke luar kota kalian bisa ikutin itinerary dari Google atau Trip Advisor. Menurut saya cukup bagus rekomendasinya dan biasanya dikasih tau juga berlama waktu yang harus dihabiskan di tempat itu dan harus berangkat jam berapa.

Perjalanan kami setelah dari Edinburgh dilanjutkan menuju Glasgow. Perjalanan ini kami tempuh hanya dengan sekitar 1 jam. Kami tiba di Glasgow sekitar jam 1. Ketika sampai di terminal bis, untungnya tersedia tempat untuk menitipkan koper. Disana disediakan 3 ukuran. Karena kami hanya membawa ransel maka kami memilih ukuran yang kecil. Untuk ukuran kecil cukup untuk menampung 4 tas ransel kami. Kami hanya perlu membayar £5 saja untuk dititipkan selama satu hari.

Destinasi pertama kami adalah University of Glasgow, karena arstitektur dari bangunannya sangat tua dan antik selain itu juga menjadi salah satu tempat shooting film Harry Potter. Menuju kesana kami tempuh dengan menggunakan bis dari terminal bis kami.

Ada kejadian unik saat itu.

Ketika masuk bis, kami membeli tiket one day pass dengan harga £4.5/org, jadi total yang harus kami bayar adalah £18. Saat itu suami saya membayar dengan pecahan £20, itu adalah uang lembaran satu-satunya yang kami punya other than that kami punya recehan dan tentu biasanya saya dan suami bayar dengan kartu saja. Ternyata supir bisnya bilang kalau dia tidak ada kembalian dan memang biasanya kalau beli langsung di bis harus siapkan uang pas. Kami tidak tahu itu. Saat itu kami bingung, hampir kami keluar dari bis namun tiba-tiba ada yang mau membantu kami menukarkan uang kami dengan uangnya. Sayangnya dia hanya cuma punya 2 pecahan £10. Tetap saja kan kami nggak bisa bayar. Kami cari-cari recehan dan ketemu uang receh £3. Saat itu si supir sempat agak kesal karena kami bisnya harus berhenti cukup lama di halte itu. Long story short, akhirnya ada ibu-ibu yang mau bantu kami dengan memberi kami uang £5 agar kami tetap bisa naik bis. Wow, kami sangat tidak menyangka kalau ternyata orang Glasgow baik banget.

Oh iya, saya lupa cerita kalau di Scotland punya poundsterling keluaran sendiri. Jadi jangan kaget yah kalau tiba-tiba kalian dapat kembalian uang yang gambarnya beda sama pounds yang ada di England. Pounds keluaran England masih berlaku di Scotland tapi tidak vice versa. Jadi sebaiknya dihabiskan saja dulu pounds keluaran Scotland sebelum ke England kalau nggak nanti harus tukernya di bank karena nggak berlaku dipakai transaksi di England.

university of glasgow

Sesampainya di University of Glasgow, kami langsung foto-foto. Saya sendiri kagum dengan arsitektur bangunannya. Indah sekali. Serasa lagi masuk Hogwarts. Hahaha. Sengaja menjadi destinasi pertama karena hari sudah mulai mendung dan sebentar lagi akan gelap. Sepertinya kurang bagus kalau foto saat hari sudah gelap.

Di dekat University of Glasgow ada salah satu top sight yaitu Kelvingrove Art and Gallery Museum. Sayangnya sudah tidak sempat lagi untuk masuk jadi saya hanya foto di depannya saja. Lalu dari sana kami mencari tempat makan fish n chips.

Setelah kenyang kami berjalan menuju George Square dan tidak jauh dari sana ada Buchanan Street, daerah pusat perbelanjaan kota Glasgow. Disana kami mencari souvenir dan makan malam.

Tidak begitu banyak yang bisa kami lakukan karena beberapa top sights dari Glasgow sangat bagus jika dikunjungi di saat hari masih terang. Menurut saya memang sebaiknya hindari winter season ketika jalan-jalan karena matahari hanya ada dari sekitar jam 9.00 hingga sekitar 16.00. Apalagi kalau itinerary kita lebih banyak sightseeing.

Kami pulang sekitar pukul 22.00. Kami sengaja supaya menghabiskan malam di bis. Dan sesampainya di London. Kami disambut dengan kabut yang cukup tebal dan udara yang terasa sangat dingin. Saya merasa seperti lagi di film horor. Hahaha. Suram.

 

 

 

You may also enjoy:

6 Comments

  1. wah repot juga ya kalo bayar bisnya harus pakai uang pas~ kalo di jepang sini, kemana-mana pakai pasmo, jadi otomatis berkurang saldonya setiap ada perjalanan 🙂

    1. Iyaa emang repot yah kalo masih harus pake cash ditambah lagi hars banget uang pas… sepertinya di Jepang enak yah transportasinya..

  2. halo mba.. mau tanya kl di london apartment yg strategis dan terjangkau dimana ya? strategis mksdnya deket sama stasiun, ga hrs pusat kota karena pasti mahal. dan terjangkaunya yaa kira2 seharga budget hotel gitu deee… makasi 🙂

    1. Hai, coba cek airbnb aja trus cek yg deket tube station aja.. Mungkin cari yg London pinggiran aja daerah zone 3 keatas..

Post a Comment