Satu Hari di Dubai

Stopover at Dubai

Hello! Udah lama saya tidak kembali lagi menulis blog ini karena disibukan dengan pindahan dan sedikit adaptasi dari kebiasaan yang lama (kalian akan tahu apa yang saya maksud di post selanjutnya). Untuk post kali ini saya akan cerita bagaimana cara saya bisa transit sebentar di Dubai.

read more: Apply Visa Dubaiย di Jakarta

Karena suami saya dapat beasiswa LPDP untuk sekolah di Inggris makanya kami manfaatkan kesempatan itu untuk transit sebentar di DUBAI. Banyak yang bilang supaya bisa transit dan jalan-jalan di Dubai sebaiknya menggunakan pesawat Emirates supaya lebih mudah saat apply visa Dubai. Makanya kami pun memilih pesawat Emirates dan mencari lama transit hingga 8 jam. Klik disini untuk liat harga tiketnya.

Setelah mendapat tiket dan jadwal penerbangan, maka kami bisa mengajukan permohonan aplikasi visa. Step by step dan detail cara mengajukan permohonan aplikasi visa akan saya ceritakan di post yang terpisah.

Ketika sampai di Dubai, kami langsung bertemu dengan teman kecil saya, namanya Angel. Saat itu dia tinggal dan bekerja di Dubai makanya di sela kesibukannya dia menyempatkan diri untuk ketemu sebentar dengan saya dan suami.

Setelah ketemu Angel, kami menitipkan koper kami dulu. Di Dubai, Emirates menyediakan tempat penitipan koper jadi kalo kalian nggak nginep di Dubai atau belum bisa check in hotel bisa titipin dulu kopernya. Saya lupa harganya berapa, tapi seingat saya tidak begitu mahal kok dibandingkan harus repot keliling Dubai sambil bawa koper. hehehe.

Setelah koper dititip, kami beli tiket MRT untuk penggunaan satu hari. Tiket ini cocok untuk turis karena kalo kalian butuh untuk jalan seharian, kalian nggak perlu lagi repot-repot beli tiket lagi. Tapi kalo kalian cuma transit sebentar, kayaknya mendingan beli sekali perjalanan deh soalnya saya juga cuma pakai 2x perjalanan aja. Trus selanjutnya saya pakai taksi. Taksi disana juga nggak mahal kok.

 

Karena kami cuma punya waktu kurang dari 7 jam, jadi kami cuma ke dua tempat, yaitu:

Burj al-Arab, ini adalah salah satu hotel yang terkenal di Dubai. Pantainya biasa digunakan untuk pre-wedding karena pasir putih dan sepi. Disini kami hanya foto-foto saja yang penting kami sudah menginjakan kaki disini. hehehhe. Kalo mau ke Burj al-Arab, harus naik taksi dari Emirates mall.

Selanjutnya kami ke Burj Khalifa. Ini adalah gedung tertinggi di dunia. Tingginya 828 m dengan lantai sebanyak 163 lantai. Dari Burj al-Arab kesini bisa naik taksi langsung, harganya juga tidak begitu mahal daripada buang waktu harus ke stasiun MRT lagi lebih baik langsung saja naik taksi. Nanti bisa berhenti di Dubai mall karena Burj Khalifa ini letaknya di sebelah Dubai mall. Disini kami hanya foto saja, tidak naik sampai ke atas karena waktunya tidak cukup. Tapi kalo kalian mau naik sampai atas bisa beli tiket online kok. Cek aja disini.

Selanjutnya cerita perjalanan kami bisa kalian liatย di video ini.

This slideshow requires JavaScript.

Setelah cukup puas jalan-jalan keliling Dubai, kami kembali lagi ke airport untuk melanjutkan perjalanan kami. Oh iya, buat kalian yang bawa tas lebih dari 7 kg, hati-hati yah karena di Dubai itu lebih ketat pemeriksaan untuk tas cabin. Ketika mau masuk ke imigrasi akan ada penjaga dan timbangan. Jadi mereka akan minta agar tas ditimbang dulu. Nah sialnya nih, karena kami kan pindahan jadi bagasi kami dari Indonesia udah ngpas banget beratnya 30 kg, tapi kami masih butuh bawa barang lagi jadi masing-masing kami bawa 1 koper kecil dan 1 tas ransel. Sebenernya total berat tas + koper yang kami bawa bisa sampai 28 kg (uupps!) tapi dari Indonesia koper kami masih lebih berat dari tas ransel kami. Kami pikir sudah aman karena kami sudah setengah perjalanan ternyata tidak. Waktu pertama kali mau masuk imigrasi kami diminta untuk timbang koper kami dan berat 1 kopernya mencapai 9 kg. Memang orangnya lagi curiga sama kami jadi ransel kami pun juga ditimbang padahal harusnya sih nggak perlu. Akhirnya kami tidak diijinkan masuk dan dia meminta agar koper kami masuk bagasi. Nah kalo masuk bagasi bakal over load kan dan kami harus bayar excessnya bisa mencapai 6 juta rupiah. Akhirnya kami rapihkan lagi koper kami hingga mencapai 7 kg (untungnya timbangan digital kami ada di ransel). Beberapa harus kami buang demi mencapai 7 kg. Setelah kami rapihkan kami masuk lewat jalur lain yang lebih sepi dan penjaga yang berbeda. Lalu ketika kami masuk kami hanya diminta untuk timbang koper. Fiuhh, untungnya hanya diminta timbang koper karena sebenernya ransel kami juga beratnya 7 kg. hehhee. Jangan diikutin yah. Belajar dari pengalaman saya sebaiknya sesuai aturan saja.

Sekian sharing pengalaman kami jalan-jalan di Dubai.

Thank you for reading!

 

 

You may also enjoy:

9 Comments

    1. Wah aku nggak sampe belanja sih waktu itu.. cuma beli makan doang dan itu masih kurang lebih sama harganya kayak di Indonesia.. tapi kalo soal transportasi sih kayak taksi dan metronya nggak mahal kok masih affordable..

  1. Dibandingin ama Indonesia, kalo bahan mentah lebih murah di Dubai, kalo udah jadi makanan siap saji, sebanding lah ama yang di foodcourt mall di Indo, fashion dan electronic about the same, kalo pas lagi SALE sih jauh murah2 abis, diskon nya beneran! KFC, McD, Starbucks, Baskin Robbins, beli mobil, dan sejenis nya lebih murah di Dubai. Yang mahal itu Tempat tinggal.. mahal banget!

Post a Comment