Saint Petersburg Hari #1 – Salju dan Matahari

saint petersburg

Hari ke-4 kami di Moskow diawali dengan hujan salju. Sepertinya cuacanya kok masih mendukung suasana hati kami yah? Hehehe. Di hari itu kami akan berangkat ke Saint Petersburg dengan menggunakan penerbangan dari S7. Sebenarnya kami bisa jalan-jalan lagi di Moskow karena penerbangan kami cukup siang. Tapi karena hujan salju dan dingin maka kami memutuskan untuk langsung berangkat ke airport.

Kenapa kami memutuskan untuk mengunjungi kota Saint Petersburg? Karena kota ini banyak direkomendasikan juga oleh banyak blogger. Banyak yang bilang juga kalau kota ini sangat indah soalnya pernah menjadi ibukota Rusia saat kekaisaran Rusia. Makanya banyak bangunan-bangunan bergaya renaissance dan tak lupa juga Winter Palace yang bangunannya bisa menyaingi istana-istana eropa barat yang terkenal seperti Chateau de Versailles. Winter Palace sekarang ini sudah dijadikan museum yang bernama Hermitage Museum.

read more: Photo Journal – The State Hermitage Museum

menuju saint petersbug

Kami tiba di Saint Petersburg sore hari. Ketika kami keluar dari airport, kami masih disambut dengan hujan salju. Tidak seperti di Moskow dimana dari airport menuju pusat kota dapat menggunakan kereta khusus, kalo di Saint Petersburg harus menggunakan bis. Bis ini nantinya akan menjadi penghubung menuju subway. Saya berpikir, sayang sekali untuk kota wisata seperti ini tidak ada subway atau kereta khusus menuju pusat kota. Lebih herannya lagi, bis kotanya serasa di Jakarta. Ada keneknya. Ibu-ibu lagi! Hahaha. Jadi kita beli tiket bisnya langsung sama keneknya. Sama kayak naik kopaja kan? Hahaha. Cerita lengkapnya akan saya ceritakan di post khusus tentang transportasi di Rusia.

Ketika kami keluar di subway. Hujan salju sudah reda tapi semuanya penuh dengan salju. Bahkan jalanannya terasa licin sekali karena penuh dengan es. Beberapa kali saya hampir terjatuh karena licin. Jadi jalannya harus pelan-pelan.

Letak hotel kami menginap tidak terlalu jauh dari stasiun subway, hanya sekitar 10 menit. Ketika sampai di hotel kami langsung istirahat supaya lebih fresh dan fit untuk keesokan harinya.

***

Pagi hari ini kami ingin mengunjungi Kazan Cathedral yang letaknya tidak jauh dari hotel kami. Jadi untuk kesana kami hanya jalan kaki saja sekitar 15 menit. Sesampainya di depan Kazan Cathedral, halamannya penuh dengan salju. Jalanan juga masih penuh dengan es. Jadi agak sedikit licin. Suhu udara saat itu berkisar 0 derajat celcius. Beruntung hari itu cuacanya sangat cerah. Matahari bersinar terang sehingga saya pun merasa tidak terlalu kedinginan. 

Saat kami masuk ke dalam katedral, dalamnya besar sekali dan megah. Berbeda jauh dengan Saint Basil Katedral yang di Moskow. Sayangnya karena masuknya juga gratis, kami tidak boleh mengabadikannya dalam bentuk foto. Ada beberapa turis yang nakal sih, tapi akhirnya dimarahin juga sama petugasnya. Saat itu sedang ada ibadah juga.

Oh iya, selama beberapa kali masuk gereja katolik orthodox ini, saya perhatikan tidak ada bangku sama sekali. Mereka beribadah juga dalam posisi berdiri. Apakah memang hanya di Rusia saja atau kah semua gereja katolik orthodox tidak ada bangkunya? Hmm..

Setelah dari Kazan Cathedral, kami menuju ke Church of The Savior on Blood. Letaknya tidak jauh dari Kazan Cathedral karena sudah terlihat dari sini. Ini adalah salah satu tempat yang terkenal di Saint Petersburg. Mirip dengan yang ada di Moskow yah. Kalau diperhatikan memang semua bentuk gereja disini kurang lebih sama semua. Kalau saya bilang sih seperti campuran Masjid dan Gereja. Soalnya ada kubahnya kayak Masjid.

Di sekitar gereja ini banyak yang jual souvenir. Kalau soal harganya, saya kurang tahu sih soalnya kami nggak beli souvenir disitu. Selain penjual souvenir ada juga macam-macam art performance. Tapi tidak banyak, hanya sekitar 3 orang. Ada yang jadi patung, ada juga yang main musik.

Alat musiknya unik, menurut saya mirip gamelan tapi bedanya dalam satu alat musik itu ada berbagai nada.

Untuk masuk ke dalam gereja dibutuhkan biaya sebesar 250 Rub. Khusus untuk mahasiswa yang memiliki ISIC, dapat diskon harga jadi hanya perlu membayar sebesar 150 Rub. Lumayan kok menurut saya tidak mahal. Soalnya standar masuk ke museum dan gereja memang sebesar itu kalau di Rusia. Sekalian juga kami ingin menghangatkan diri karena kaki kami sepertinya sudah mati rasa. Hehehe.

Gerejanya besarnya tidak seperti Kazan Cathedral. Namun tetap terasa megah. Di seluruh dinding gereja terdapat lukisan yang dibentuk dengan mozaik. Keren banget deh! Saya kagum soalnya kok bisa yah dibikin mozaik seluruh dinding gerejanya. Niat banget yah! Terkadang saya berpikir, buat apa sih dibuat bagus-bagus begini, kan yang penting ibadahnya. Lalu saya berpikir lagi, kalau memang gereja dibuat bagus ini bisa menarik perhatian turis lalu biaya masuknya juga digunakan untuk sumbangan sosial, ya bagus juga sih. Semoga saja biaya masuknya memang salah satunya digunakan untuk sumbangan sosial yah.

Setelah cukup hangat, kami melanjutkan lagi perjalanan kami ke taman yang letaknya persis di sebelah gereja. Namanya Mikailovsky Garden. Mungkin kalo musim panas, taman ini sangat indah yah. Tapi kalau saat itu, tamannya penuh dengan salju. Satu sisi seneng sih, soalnya kami belum pernah lihat salju setebal ini. Tapi satu kaki saya kedinginan! Soalnya saya cuma pake sneaker saat itu. Nggak nyangka di Rusia bakal sedingin ini sih ditambah salju pula. Saya lihat di taman bahkan karena takut licin, beberapa orang tua membawa tongkat ski waktu jalan di taman. Lucu sih lihatnya. Tapi memang berguna soalnya kalau tidak hati-hati jalannya nanti bisa terpleset.

Setelah foto-foto disini, ternyata batre kamera kami habis, pas ganti dengan cadangannya ternyata juga habis. Jadi dengan terpaksa kami harus kembali lagi ke hotel. Untung hotel kami dekat, tinggal jalan kaki saja.

Selain ngcharge batre di hotel, kami juga makan siang. Kami cuma beli makanan yang cepat saji saja dan makan di hotel biar hangat.

Setelah perut kenyang dan batre kamera cukup terisi, kami melanjutkan perjalanan kami ke Marble PalaceUntuk masuk kesini, ada biayanya tapi saya lupa berapa. Ada harga diskon juga buat mahasiswa.

Waktu kami kesana sepi sekali. Mungkin cuma sekitar 30an orang kali yah. Saya lihat berdasarkan jaket yang dititipkan. Memang ternyata tempat ini sangat kecil. Beberapa ruangan masih layaknya seperti istana namun beberapa ruangan lainnya menjadi museum. Tempat ini juga salah satu cabangnya dari Russian Museum. Tapi kami nggak ke Russian museum soalnya masih ada tempat-tempat lain yang menarik buat kami dan nggak cukup juga waktunya.

Setelah dari Marble Palace, sesuai itinerary kami sih harusnya jalan-jalan di taman sekitar situ seperti Field of March dan Summer Garden. Tapi berhubung disini masih seperti musim dingin dan pohon-pohonnya juga masih gundul. Bahkan rumput-rumput pun masih berwarna coklat jadinya malah nggak cantik. Yang ada malah kami semakin kedinginan dan rasanya ingin berjemur aja terus di bawah matahari.

Akhirnya kami ke Mikhaylovsky saja. Letaknya juga tidak jauh dari Field of March dan berada di seberang Mikailovski Garden. Jadi kami hanya jalan kaki saja. Karena hari sudah cukup sore, makanya kami tidak masuk ke dalam Mikhaylovsky, hanya foto saja di depan bangunannya. Selain itu, kami juga sudah nggak sabar sih ingin ke hotel menghangatkan diri karena memang suhu udara saat itu sangat dingin bagi kami.

Field of March, dari sini terlihat Church

Setelah dari Mikhaylovsky, kami cari makan dan ternyata nggak jauh dari sana ada Admiralty building. Yasudah, kami foto-foto dulu sebentar. Admiralty building ini adalah markas besarnya angkatan laut. Kami tidak sempat masuk karena sudah kesorean juga. Kami juga tidak berniat untuk masuk sih, jadi cuma foto saja di depan bangunannya. Bangunannya lucu deh warnanya kuning dan ada menara yang lancip menjulang ke atas berwarna emas.

Hari ini cukup lelah karena kami benar-benar jalan seharian tanpa menggunakan transportasi apa pun ditambah lagi kami belum terbiasa sama dinginnya Saint Petersburg. Bersyukur banget hari ini cerah dan mataharinya bersinar terang. Kami seneng banget sih bisa jalan-jalan disini. Nantikan cerita kami selanjutnya yah! 😀

XOXO. RVC

 

You may also enjoy:

8 Comments

  1. Halo kak Rietsi,
    Asik banget cerita jalan-jalan ke St Peterburg-nya, bikin kepengen ke sana.
    Makasih juga buat info-infonya, jadi tau deh kalo ke gereja sana turis harus bayar, terus banyak museum2 juga.
    Semoga aku juga kesampean jalan-jalan ke Eropa 🙂

    Salam kenal ya,
    Liana.

    1. Halo Liana! Salam kenal yah..
      iya beberapa gereja di rusia harus bayar tapi kebanyakan gratis juga kok tapi nggak boleh foto aja kalo gratis. Mungkin tergantung negara juga yah. Kalo waktu di Paris malah boleh foto dan gratis masuknya.
      Amin semoga kesampean yah jalan-jalan ke Eropa 🙂

  2. Suami bilang emang st petersburg ini kece. Tipikal gereja ortodoks emang gt kayanya. pernah lihat di Helsinki finland. megah dan wajib ada mozaik gt Rie. beda ama bangunan gereja umum di eropa. dan no kursi karena mereka ibadah berdiri

    1. Hi kak ajheris!
      Waktu aku pertama kali masuk gereja ortodoks sempet bingung, mana kursinya. hahahaa. Ternyata memang begitu yah..nggak cuma di Rusia aja yaa..

    1. Hai Puputs!
      Hahaha iyah nih… soalnya naik bis sama jalan kaki waktu yg ditempuh sama akhirnya jalan kaki aja 😀
      Untungnya ada matahari 😀

Post a Comment