Paris Hari #1 – Keliling Top Sights

paris

Meskipun bukan yang pertama kalinya saya ke Paris tapi karena perginya bersama suami, rasanya seperti pertama kalinya. Bahkan ketika bikin itinerary untuk keliling Paris, saya langsung buat agar kami jalan-jalan ke top sights-nya Paris.

Kami sampai di terminal bis Eurolines tepatnya di Gallieni, Paris. Dari situ kami lihat ada loker untuk titip koper. Tapi ternyata lokernya nggak berfungsi. Yah, padahal kami mau titip koper dulu sebelum check-in di hostel. Soalnya baru bisa check-in jam  5 sore. Kami awalnya pikir mau ke stasiun kereta yang besar, karena kami pikir pasti ada tempat titip koper. Tapi berubah rencana, karena suami bilang nggak masalah juga bawa-bawa kopernya keliling Paris.

read more: Menuju Paris Hari #1 – Terlambat

Kami langsung beli tiket metro dan menuju tempat yang menjadi list pertama kami yaitu La Tour Eiffel. Masuk ke stasiun metronya memang terasa berbeda jika dibandingkan dengan stasiun tube di London. Di Paris lebih jorok dan kadang ada gembel yang tidur di dalam stasiun. Tapi tidak di semua stasiun. Untuk stasiun yang menjadi tujuan turis biasanya lebih bagus dan bersih. Jangan kaget juga sama bentuk kereta metronya yah. Karena saya juga liat ada 3 jenis, dari yang paling jadul, yang pintunya dibuka manual, sampai yang paling baru, yang nggak ada masinisnya jadi udah otomatis.

Dari stasiun kereta Gallieni, kami turun di stasiun Trocadero karena mau lihat Eiffel Tower dari sebrangnya. Ketika keluar stasiun dan melihat Eiffel Tower dari Trocadero rasanya seperti dream come true. Saya pernah bilang sama suami saya dulu waktu awal-awal menikah kalau ingin suatu saat bisa ke Paris bersamanya. Saya ingin dia juga bisa merasakan apa yang saya rasakan dulu ketika melihat Eiffel Tower. Akhirnya bisa kesampean juga.

Kami spend cukup lama disini. Foto-foto Eiffel Tower dari berbagai sisi. Sampai akhirnya kami semakin mendekati menaranya. Suami amazed banget karena menaranya memang benar-benar besar dan tinggi. Saya sendiri pun masih terkagum-kagum. Enaknya saat kami kesana, suasananya lagi agak sepi. Jadi tidak terlalu banyak turis saat itu. Oh iya, kalo dulu kan bisa masuk ke areanya di bawah Eiffel Tower, kalo sekarang harus bayar.

Setelah puas foto-foto disini. Kami langsung lanjut lagi ke list berikutnya yaitu Arc de Triomphe. Ini letaknya tepat di ujung jalan Champs-Élysées. Jalan yang sangat terkenal dengan butik-butik mewahnya. Bangunan ini dibuat untuk menghargai para pahlawan yang telah berjasa pada masa revolusi Perancis. Kami kesini sekitar jam 1 siang dan itu udah rame banget dengan turis-turis lainnya. Jadi kalo udah nemu spot yang bagus untuk foto langsung cepet-cepet foto yah kalo nggak nanti direbut sama yang lainnya. Hehehe.

Dari Arc de Triomphe, kami menyusuri jalanan Champs-Élysées sambil cari makan siang. Bukan tempat yang tepat sebenarnya untuk cari makan siang, karena kebanyakan kafe-kafe yang mahal. Tapi seperti biasa andalan kami adalah restoran fast food yang harganya masih affordable buat kami. Tapi ternyata malah lebih mahal dari yang biasa beli di London. Sementara tadi kami sempat lihat ada toko yang jual sandwich baguette yang cuma 4 euro.

Lanjut, jadi di jalan ini seperti yang sudah kebanyakan orang tahu kalau banyak butik-butik barang mewah. Mungkin artis-artis Indonesia yang kaya raya itu pasti mampir kesini kalau mau belanja Louis Vuitton, Hermes, Longchamp, dll. Bahkan biasanya sampai antri di luar lho. Tapi kemaren kami lihat belum sampai segitunya.

Naik bis dari Champs-Elysees ke Place de la Concorde

Perjalanan kami lanjutnya dengan naik bis menuju Place de la ConcordeLetaknya tepat di ujung jalan Champs-Élysées. Jadi dari tempat ini kami masih bisa lihat Arc de Triomphe dari kejauhan. Eiffel Tower juga masih kelihatan dari sini cuma yang terlihat hanya sebagian saja. Dari tempat ini saya bisa lihat berbagai monumen dan bangunan yang indah di Paris. Di belakang bianglala itu adalah taman Tuilleries yang kalo ditelusurin bisa sampai Louvre. 

Dari tempat ini kami lanjutkan perjalanan kami ke Pont Alexandre III. Cukup jalan kaki saja karena memang tidak terlalu jauh. Jembatan yang ada diatas sungai Seine ini memang terkenal dengan hiasannya dan bentuknya yang sangat indah. Berbeda dengan jembatan-jembatan yang lainnya. Kami langsung ke jembatan itu dan kebetulan juga tidak begitu ramai sehingga kami juga pede-pede saja foto menggunakan tripod. Seperti yang terlihat di foto. Di setiap ujung jembatan terdapat patung emas. Saya sendiri wondering, itu emas beneran nggak yah. Hahaha.

As always in Paris, ketika di tempat baru lihat kanan kiri, depan belakang, semuanya bisa difoto karena bangunannya bagus-bagus. Memang top sightsnya Paris sebenarnya nggak jauh-jauh kok. Bahkan bisa kali ditempuh hanya dengan berjalan kaki saja.

Perjalanan kami lanjutkan menuju Louvre. Disana kami foto-foto dulu sampai puas. Karena kebetulan cuacanya lagi bagus. Lagi ada matahari dan juga saat itu tidak begitu ramai.

Louvre
Louvre yang cukup sepi dari biasanya

Ketika kami ingin masuk, ternyata nggak boleh karena koper kami terlalu besar. Akhirnya kami check-in dulu ke hostels kami. Cerita tentang hostel kami akan saya ceritakan secara terpisah yah. Setelah kami taro koper kami, kami balik lagi ke Louvre. Seperti yang sebelumnya saya ceritakan. Tiket metro punya suami saya sempat bermasalah tapi untungnya masih dibantu sama petugasnya.

Waktu itu kami sampai di Louvre sudah cukup malam, sekitar jam 7 malam. Untungnya museum ini buka sampai dengan jam 10 malam khusus di hari jumat. Jadi kami masih bisa masuk. Harga tiket masuknya sebesar 15 euro. Memang tidak murah tapi worth banget kok. Karena isi museumnya bagus banget.

Karena hari sudah malam, suasana di dalam museum tidak terlalu ramai. Sehingga kami pun dengan leluasa lihat-lihat karya seni yang ada di dalam museum Louvre. Kami langsung mendahulukan untuk melihat karya seni yang sudah terkenal karena takutnya keburu tutup. Believe me, jalan-jalan di museum itu nggak kerasa tahu-tahu bisa sudah 2 jam di dalam museum.

Karya seni yang pertama kali kami lihat. Monalisa

Setelah keliling menikmati karya seni di Louvre. Kami mulai diusir-usir sama petugasnya. Hahaha. Disuruh pulang. Kata suami saya, dia masih belum puas. Jadi kalau ada kesempatan ke Paris lagi, dia ingin masuk lagi ke museum ini dan ingin meluangkan satu hari khusus. Karena emang museum ini gede banget sih.

Sekian dulu cerita saya di hari pertama kami di Paris. Lanjut ke hari berikutnya yah on my next post.

XOXO. RVC

 

 

You may also enjoy:

1 Comment

Post a Comment