Mud Mask Untuk Semua Jenis Kulit

glacial marine mud mask

Udah lama saya nggak bahas tentang skincare. Semenjak tinggal di London saya tidak terlalu memperhatikan kulit saya. Padahal udara di London membuat kulit saya lebih kering dibandingkan waktu saya tinggal di Jakarta. Akhirnya belakangan ini diingatkan lagi untuk lebih rajin merawat kulit apalagi usia saya yang hampir menginjak kepala 3.

Salah satu produk wajah yang dikenalkan kepada saya adalah Mud Mask. Kegiatan saya yang belakangan ini travelling bersama suami membuat saya minim perawatan wajah sehingga penggunaan mud mask adalah salah satu solusinya. Bahkan saya sampai bela-belain bawa masker saat berlibur ke Santorini.

Glacial Marine Mud

Kenapa saya suka sama mud mask ini? Karena mud mask ini bisa digunakan untuk semua jenis kulit. Kulit saya cenderung kombinasi-berminyak ketika di Jakarta tapi ketika di London dengan cuaca yang lebih kering dan dingin membuat kulit saya malah lebih ke arah kering. Nah lho? Bingung kan.. Makanya saya senang banget ketika menemukan masker lumpur ini yang bisa digunakan untuk semua jenis kulit. Suami saya yang jenis kulitnya kering dan sensitif pun bisa pakai karena produk ini terlah teruji secara dermatologis tidak menimbulkan alergi.

Kalo melihat bahan kandungan utamanya yaitu Glacial Marine Mud yang dapat menyerap kotoran, sel-sel kulit mati, ataupun kelebihan minyak tanpa menghilangkan kelembaban kulit. Selain itu ada lebih dari 50 macam mineral yang bermanfaat bagi kulit sehingga masker lumpur ini ampuh untuk meningkatkan kekuatan kulit, mengurangi kerapuhan, menjaga siklus energi alami kulit, maupun membantu memelihara keseimbangan di dalam kulit.

Cara pemakaiannya sangat mudah. Saya hanya mengoleskan mud mask keseluruh wajah, kecuali area dekat mata dan mulut. Lalu saya membiarkan agar lumpur ini mengering tandanya dengan perubahan warna yang lebih muda dan wajah terasa lebih ketarik. Biasanya kurang lebih 15-20 menit. Lalu saya membilasnya dengan handuk yang dibasahi dengan air hangat. Tujuannya supaya kotoran benar-benar terangkat. Oh iya, disarankan untuk memakainya 2-3 x seminggu agar wajah terawat dengan baik.

Foto diatas menunjukkan before dan after pemakaian mud mask ini. Sebelah kiri adalah foto before sementara sebelah kanan adalah foto after. Bisa dilihat kan dari foto diatas kalo semua komedo yang ada disekitar hidung terangkat. Oh iya, efek kemerahan yang ada di hidung saya itu karena ketika saya menghapus maskernya menggunakan handuk dengan cara menggosok secara perlahan. Tapi beberapa saat langsung hilang kok. Saya merasakan wajah saya jauh lebih halus dan terasa kenyal. Rasanya pengen mengelus wajah terus. Hehehee.

Produk ini dikemas dalam kemasan tube sehingga lebih higienis daripada kemasan jar. Sehingga bisa dipakai tidak hanya buat diri sendiri tapi juga bisa buat suami, teman, mama, dan siapa pun yang ingin mencobanya. Isinya juga banyak hingga 200 ml. Bisa dipakai cukup lama kan bahkan bisa sampai 6 bulan pemakaian. Teksturnya yang cair memudahkan saya untuk mengaplikasikannya ke wajah saya.

Saat ini lagi ada edisi spesial, mud mask ini sedang mengeluarkan dalam bentuk sachet. Nah, khusus teman-teman yang penasaran ingin mencoba masker ini bisa beli dulu kemasan sachetnya. Satu sachet untuk 1x pemakaian. Tapi very limited yah! Saya yakin setelah mencoba pasti jadi tertarik kemasan fullnya deh.

Buat kamu yang ingin tanya-tanya lebih lanjut tentang produk ini. Silahkan hubungi saya melalui DM Instagram ya. Ada harga spesial yang bisa saya kasih buat kamu yang sudah baca blog ini 😉

Thank you for reading!

XOXO. RVC

You may also enjoy:

2 Comments

  1. viciaa, ini mud mask nya merk apa kah? gw disini suka mud mask nya sukin. Trus gw simpen di kulkas. Jadi pas summer gini enak buat sekalian ngademin muka setelah kena sinar mataharii 😀

    1. Nurii ini Epoch.. Kayaknya belom banyak yg tau merk ini apalagi di kalangan yg muda.. Aku tertarik gara2 diracunin temen kantornya Simson yg udah senior dan pake bertahun2 keliatan bgt mukanya mulus dan minim kerut..
      Yg sukin mud mask atau clay mask nuri?

Post a Comment