Moskow Hari #2 – Menikmati Red Square

moskow

Di hari kedua kami, seperti cerita di post sebelumnya, kami langsung menuju Red Square. Saya sangat senang karena hari itu cuacanya sangat cerah, bahkan hampir tidak ada awan. Matahari bersinar terik sekali sehingga menambah kehangatan kota Moskow. Padahal suhu udara saat itu sekitar 1°-2°C. Kalau ada angin terasa sekali dinginnya.

Kami datang ke Red Square cukup pagi. Ketika sampai Red Square belum terlalu banyak orang. Jadi bisa kami dengan leluasa foto-foto.

Oh iya, di hari itu tepat ulang tahun suami saya, Simson. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya dimana saya menyediakan kue ulang tahun buat dia. Kali ini hanya roti saja buat sarapan pagi. Hehehe. Soalnya bingung juga kalo mau beli kue tart dimana. Yang penting kami berdoa bersama di pagi hari terkhusus doa untuknya.

Bersyukur banget ulang tahun Simson kali ini bisa dirayakan di Moskow. Ini jadi kado buat dia dan kenangan yang tidak terlupakan tentunya. Kadonya juga bukan dari saya tapi dari dia sendiri. Hahahha. Dia yang paling semangat untuk jalan-jalan ke Rusia.

Untuk merayakan hari spesial Simson, kami berencana makan siang di restoran. Waktu masih di London, saya sudah cari-cari restoran yang rekomendasinya bagus tapi harganya juga masih affordable. Dan saya menemukan restoran yang letaknya persis di dalam GUM. Mall yang berada di kawasan Red Square.

Sebelum kami makan siang, kami masuk dulu ke dalam Katedral Saint Basil. Untuk masuk kesitu harus bayar. Khusus untuk mahasiswa ada diskon khusus apabila menggunakan kartu ISIC. Buat para mahasiswa di UK, jangan lupa daftarin ISIC lumayan lho diskonnya bisa dipake di negara-negara lain juga. Nah, karena Simson pake kartu ISIC, makanya dia nggak perlu bayar sementara saya harus bayar sebesar 350 Rub.

moskow saint basil

moskow saint basil

Setelah beli tiketnya, kami masuk ke dalam katedralnya. Saat itu sedang ada ibadah jadi tidak boleh berisik dan tidak boleh foto orang sedang ibadah. Tapi kami boleh foto interior bangunannya. Menurut saya sih, interior bangunan dari Katedral Saint Basil ini tidak semegah luarnya sih. Soalnya saya bandingkan dengan katedral-katedral lain, Katedral Saint Basil ini cenderung biasa saja interiornya. Ruangannya juga tidak terlalu besar. Saat itu di dalam katedral ada paduan suara yang sedang bernyanyi. Indah sekali suaranya.

Setelah dari Katedral Saint Basil, kami langsung ke GUM. Disana kami langsung mencari restoran yang bernama Stolovaya. Ternyata cukup ramai dibandingkan restoran-restoran lain yang ada di GUM. Cara penyajiannya seperti di kantin. Jadi kami ambil saja makanan yang diinginkan. Saat itu rasanya ingin mencoba semua makanannya tapi kan nggak mungkin yah nanti bisa overbudget lagi. Hahaha. Yang saya suka sih, mereka menyediakan nasi. Emang dasar yah orang Indonesia nggak bisa lepas dari nasi. Setelah ambil beberapa makanan akhirnya total makanan kami 800 Rub. Lumayan besar juga ternyata. Nggak sadar ambil ini itu. Tapi saya menghibur diri saja dengan bilang kan hari ini hari spesial. gum moskow

moskow gum

moskow gum

moskow gum

Karena hari spesial dan pertama kalinya kami coba makan di restoran Rusia, tentunya nggak boleh ketinggalan dong foto-fotonya. Tiba-tiba saja ketika kami mau selfie, ada ibu-ibu yang menawarkan diri untuk fotoin kami. Kami tentunya senang sekali dong. Untung ada ibu-ibu ini jadi lumayan kan bisa ada foto kami plus makanan dan suasana di dalam restorannya.

Selesai makan, kami lanjut ke destinasi berikutnya adalah pasar Izmailovsky. Menuju pasar itu harus ditempuh dengan naik metro. Dari stasiun cuma jalan sedikit saja sudah sampai ke pasarnya. Dari luar terlihat sangat unik bangunannya. Saya merasa tidak seperti sedang masuk pasar. Malah rasanya seperti masuk istana boneka. Hahaha. Beneran deh! Saya inget istana boneka yang ada di Dufan.moskow

moskow

Kata orang kalo disini harus hati-hati soalnya banyak copet. Sepertinya memang dimana-mana kalo namanya di pasar harus hati-hati yah.

Waktu kami masuk, kanan kiri kamu banyak sekali yang jualan matryoshka. Banyak banget! Sampai saya sendiri bingung. Dari rekomendasi blog yang pernah saya baca, kalau mau beli souvenir memang disini tempatnya. Soalnya banyak pilihan dan bisa ditawar juga. Saya biasanya keliling dulu baru beli. Karena ingin bandingin harganya dulu. Pas lagi muter-muter, ada yang jualan kulit serigala dan beruang. Sumpah! itu serem banget deh! Saya nggak terlalu berani deketin tokonya. Tapi penasaran, itu beneran nggak sih? kata Simson sih beneran. Terus disitu juga banyak yang jual bulu rubah juga. Perasaan saya waktu liat itu semua antara takut, serem dan kasihan. Mungkin di Rusia saking dinginnya makanya bulu sintetis nggak mempan kali yah jadi harus pake bulu binatang.

Lanjut lihat-lihat, terus ada daerah yang jual jajanan gitu. Tapi unik-unik tempat masaknya. Bangunan di sekitarnya juga warna-warni. Serasa lagi di negeri dongeng deh! Kebanyakan yang di jual pasar ini sih memang souvenir dan barang-barang second.

moskow

moskow

moskow

moskow

Setelah muter-muter liat pasarnya, saya dan Simson balik lagi ke daerah penjual souvenir. Nggak sengaja malah ketemu orang Indonesia juga. Kami kenalan dan saya tanya-tanya juga sama dia dikasih berapa souvenirnya, eh malah penjualnya bisa bahasa Indonesia. Hahahha. Lucu! Nggak nyangka aja. Biasanya mereka ngomong bahasa inggris aja pas-pasan bahkan nggak bisa sama sekali. Ini malah bisa bahasa Indonesia. Meskipun cuma sedikit-sedikit. Dia jual juga lho matryoshka Pak Jokowi dan Pak Soekarno. Saya tanya, kenapa dia jualan itu. Katanya banyak yang pesen juga soalnya. Karena ngobrol sama dia, akhirnya kami beli saja souvenirnya di tempat dia.

Setelah membeli souvenir di Izmailovsky market, kami balik lagi ke Red Square karena ingin menikmati malam hari di Red Square. Untuk menikmati malam hari kami harus tunggu sampai sekitar jam 19.30. Soalnya saat itu jam 19.00 baru mulai sunset. Sambil nunggu agak malam kami makan lagi di mall bawah tanah yang dekat Kremlin. Cuma jalan kaki saja dari Red Square.

moskow
lampu di GUM udah nyala tapi masih terang, jadi kami foto-foto lagi deh sebelum gelap

our last moment with g7x :'(

Setelah kenyang, kami kembali ke Red Square. Ternyata Red Square di malam hari lebih sepi dibandingkan siang hari. Tapi rasanya lebih dingin karena banyak angin, anginnya juga lumayan kenceng. Seperti biasa, kami ingin foto berdua jadi kami keluarkan tripod kami untuk foto. Sayangnya, hari itu tidak ditutup dengan baik. Ada kejadian yang membuat kami sedih. Kamera kami jatuh. Karena angin yang kenceng itu. Dan kami sama sekali nggak sempat menahannya. Pas lari udah telat. Beneran deh sedih. Sekarang aja masih kerasa sedih. Apalagi kalo liat kameranya lagi. Untungnya semua foto di memory card masih aman. Satu sisi, saya bersyukur juga kalo kejadiannya bukan dicopet orang tapi hanya kamera rusak.

Sebenarnya keesokan harinya kami masih di Moskow. Tapi karena tragedi kamera, plan kami di hari ketiga tidak dijalankan sesuai itinerary. Kami cuma naik tram, ke mall, cari toko kamera yang bisa benerin kamera kami dan ke VDNKh. Itu pun di VDNKh sudah terlalu sore, jadi langitnya sudah gelap, nggak bagus lagi untuk foto.

hari ke-3 di Moskow. Makan siang di mall

 

Hari keempat kami berangkat ke St. Petersburg, dengan kondisi cuaca yang mendung dan hujan salju. Sepertinya mendukung banget suasana hati kami saat itu.

Nantikan yah cerita saya di St. Petersburg, it was so much better than when in Moskow.

Terima kasih sudah baca cerita saya!

XOXO. RVC

You may also enjoy:

6 Comments

    1. Hi Mbak Nunung, makasih sudah mampir..
      Iya mbak semua bangunan di moskow warna warni mbak kayak di negeri dongeng. Hehehe.

  1. Ya ampuuuunn Red Square yang terkenaaal ituu… ahh suka sekali foto-fotonya mbak, cakep, bikin betah banget bacanya… Jadi matryoshka berapaan mbak harganya? 😀 *kepooo ehehhe

    1. Halo Mbak Ranny! Makasih yah sudah baca 🙂
      Oh iya aku lupa cerita… matryoshkanya aku dpt 600 Rub atau setara dengan Rp. 140.000. Lumayan kan buat souvenir di rumahku nanti di Jakarta.. hehehe

Post a Comment